RAMADHAN BULAN PERJUANGAN DAN KEMENANGAN
RAMADHAN BULAN PERJUANGAN DAN KEMENANGAN
Ramadhan bulan perjuangan? Bukannya Ramadhan itu kita lagi lemas... tidak bertenaga?
Eeeeh... jangan salah... !!!
Ramadhan itu adalah bulan perjuangan dan kemenangan. Bukan hanya kemenangan melawan hawa nafsu, seperti yang sering kita dengar, tetapi justru Ramadhan adalah bulan perjungan dan pengorbanan di medan jihad. Pada bulan Ramadhan itulah Allah menurunkan pertolongan-Nya disebabkan ketakwaan, kesungguhan dan pengorbanan yang dipersembahkan oleh Rasulullah bersama para sahabat, demikian juga para salafus sholih dan para pahlawan pendahulu kita.
Karena itulah kita harus banyak belajar dari sejarah, dan mengambil hikmah yang tidak pernah kering dari para salafus-sholih yang telah memberi teladan. Andaikan para sahabat nabi ketika berhadapan dengan musuh kemudian mereka enggan berjuang, apa yang akan terjadi dengan agama ini.
Misalnya ketika ada seruan jihad, mereka berkata :
” Nanti saja ya Rasulullah.... kita masih mudik.
“Nanti saja berjuangnya nunggu habis lebaran!!!
Wah... bisa gawat... benar-benar agama ini tidak akan menyebar luas ke segala penjuru dunia, dia akan segera layu sebelum berkembang, mati tertimbun kemalasan dan keengganan berkorban. Agama ini hanya akan tinggal kenangan, sekedar cerita yang tidak memberi arti, dan akhirnya dilupakan orang tergilas zaman.
Sadarlah kita... betapa besar jasa para pendahulu yang telah mempersembahkan darah bahkan nyawa satu-satunya untuk kejayaan Islam. Mari kita mulai menguaknya satu persatu peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Keberkahan itu nampak dari sekian banyak kemenangan besar yang berhasil diraih kaum muslimin justru disaat mereka dalam keadaan berpuasa Ramadhan. Salah satu yang terbesar adalah kemenangan dalam perang Badar yang terjadi pada th ke 2 H.
Pada tahun itu ayat yang berisi perintah berpuasa di bulan Ramadhan diturunkan. Artinya para sahabat baru pertama kalinya melakukan puasa pada tahun itu. Tentu bukan perkara yang mudah berpuasa di tengah padang terik dan gersang. Butuh perjuangan besar untuk melakukan perintah tersebut, namun para sahabat sami’na wa atho’na menjalankan perintah Allah dengan sepenuh ketaatan.
Ditengah perjuangan melakukan puasa Ramadhan itu, terdengar berita bahwa kafilah dagang Abu Sufyan dari Syam akan melewati tempat mereka menuju ke Makkah. Maka kaum muslimin bermaksud mencegatnya sebagai ganti harta mereka yang dirampas oleh kafir Quraisy di Makkah. Namun usaha tersebut keburu tercium beritanya, sehingga Abu Sufyan mengutus seseorang untuk menyampaikan berita tersebut ke para petinggi di Makkah.
Berita itu langsug ditanggapi dengan congkak dan berlebihan. Tidak kurang 1000 pasukan disiapkan untuk menggagalkan pencegatan tersebut dan sekaligus kesempatan untuk menghabisi kaum muslimin yang masih sedikit dan lemah.
Akan tetapi Allah menghendaki ghanimah yang lebih besar, dan kemuliaan agamanya diatas kemusyrikan dan kekafiran. Sehingga pasukan Rasulullah saw yang hanya 313 orang dengan peralatan yang minim, dan jumlah kendaraan yang hanya 70 unta dinaiki secara bergantian oleh para sahabat, dipaksa berhadapan dengan kekuatan kafir yaitu berupa kuda-kuda pilihan serta hewan ternak dengan 1000 pasukan bersenjata lengkap dan kendaraan siap tempur . Nah... disinilah pertolongan Allah diturunkan. Izzah Islam ditinggikan dan kemenanganpun dapat diraih dengan sebab pertolongan Allah. Sebagaimana digambarkan dalam surat Ali Imron ayat 123
ôs)s9ur ãNä.u|ÇtR ª!$# 9ôt7Î/ öNçFRr&ur ×'©!Ïr& ( (#qà)¨?$$sù ©!$# öNä3ª=yès9 tbrãä3ô±n@ ÇÊËÌÈ
- Sungguh Allah Telah menolong kamu dalam peperangan Badar[, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.
- Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal Sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
- Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).
- Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
- Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.